TpYiTfOpBUGpBSA6GpWlGUG6Ti==

Peringati Harlah ke-92, GP Ansor Gelar Napak Tilas dan "Gowes" Sejarah dari Bangkalan ke Jombang

 


BANGKALAN, JAGATVIRAL

Semangat perjuangan para ulama pendiri Nahdlatul Ulama kembali digelorakan dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Pemerintah Kabupaten Bangkalan secara resmi menyambut rombongan napak tilas tersebut di Pendopo Agung Bangkalan, yang menjadi titik awal perjalanan spiritual dan fisik para kader Ansor.

​Kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Sahabat Addin Jauharudin, beserta jajaran pengurus wilayah dan cabang disambut langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Suasana khidmat menyelimuti pertemuan yang menghubungkan sejarah masa lalu dengan visi pemuda di masa depan.

Menghidupkan Spirit Syaikhona Kholil

​Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Bangkalan sebagai lokasi pembuka rangkaian kegiatan yang meliputi ziarah akbar dan gowes menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.

​Menurut Lukman, kegiatan ini merupakan momentum krusial untuk mengenang kembali peran sentral KH. Syaikhona Mohammad Kholil dan KH. Hasyim Asy’ari.

​"Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi pengingat sejarah perjuangan para ulama. Syaikhona Kholil adalah cikal bakal lahirnya GP Ansor sebagai gerakan pemuda NU. Ini bukan sekadar seremonial, tapi motivasi bagi kader untuk terus mengabdi pada umat dan bangsa," tegas Bupati.


Filosofi Sepeda dalam Organisasi

​Rangkaian acara dimulai dengan Ziarah Kubro di makam Syaikhona Kholil Martajasah, dilanjutkan dengan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor serta dialog organisasi di Pendopo Agung. Puncak acara ditandai dengan pelepasan rombongan gowes (bersepeda) dari Bangkalan menuju Jombang.

​Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menjelaskan bahwa memilih bersepeda sebagai metode napak tilas memiliki makna filosofis yang mendalam bagi sebuah organisasi.

  • Keseimbangan: Menjaga fokus agar roda organisasi tetap berjalan.
  • Kekuatan: Fisik dan mental kader yang tangguh.
  • Kebersamaan: Bergerak bersama dengan satu visi dan misi yang sama.

​"Bersepeda mengajarkan kita bahwa organisasi harus dikelola dengan pemikiran yang sehat dan dijalankan oleh orang-orang yang solid," ujar Addin. Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa telah dilakukan beberapa kali sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para tokoh pejuang NU dan Ansor.

Menuju Jombang

​Perjalanan napak tilas ini akan berakhir di Jombang, menyusuri jejak-jejak dakwah para kiai yang telah meletakkan pondasi kebangsaan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, GP Ansor berharap nilai-nilai moderasi dan perjuangan ulama tetap terjaga di pundak generasi muda NU.

Komentar0

Type above and press Enter to search.