SAMPANG, JAGATVIRAL
Kekecewaan mendalam menyelimuti ruang rapat Komisi II DPRD Kabupaten Sampang pada Senin (20/4/2026). Pasalnya, pihak PT Garam dipastikan tidak hadir dalam agenda audiensi resmi yang dijadwalkan bersama Forum Masyarakat Camplong (FMC) dan sejumlah dinas terkait.
Ketidakhadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi masyarakat lokal yang selama ini menuntut kejelasan atas berbagai persoalan di lapangan.
Sikap PT Garam Dinilai Tidak Kooperatif
Koordinator FMC, Syamsuddin, menyatakan bahwa ketidakhadiran PT Garam merupakan sinyal buruk bagi hubungan industrial di wilayah Camplong. Menurutnya, undangan tersebut bersifat resmi dan seharusnya menjadi wadah bagi perusahaan untuk memberikan klarifikasi.
"Kami sangat kecewa. Undangan ini resmi dari DPRD, tapi PT Garam tidak hadir tanpa penjelasan yang jelas. Ini menunjukkan ketidakseriusan mereka dalam menyelesaikan persoalan dengan masyarakat," tegas Syamsuddin saat ditemui di lokasi.
Poin Utama yang Menjadi Tuntutan Warga
Audiensi ini sedianya dirancang untuk membedah sejumlah isu krusial yang selama ini menjadi bara dalam sekam. Beberapa poin utama yang gagal dibahas akibat absennya manajemen PT Garam meliputi:
Minimnya Penyerapan Tenaga Kerja Lokal: Warga merasa keterlibatan masyarakat sekitar dalam operasional perusahaan masih sangat rendah.
Transparansi Perusahaan: Kurangnya komunikasi publik terkait aktivitas perusahaan yang berdampak pada lingkungan sekitar.
Tanggung Jawab Sosial (CSR): Realisasi program CSR yang dianggap belum menyentuh kebutuhan mendasar warga terdampak.
Reaksi Keras dari Legislatif
Senada dengan warga, Anggota Komisi II DPRD Sampang, Anwar Sanusi, turut menyayangkan sikap tertutup PT Garam. Ia menekankan bahwa kehadiran perusahaan sangat vital untuk menjaga kondusivitas wilayah dan mencari solusi win-win solution.
"DPRD menilai kehadiran perusahaan sangat penting untuk mencari solusi bersama dan menjaga hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat," ujar Anwar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Garam belum memberikan keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran mereka dalam forum audiensi tersebut. Komisi II DPRD Sampang berencana akan melakukan pemanggilan ulang guna memastikan persoalan ini tidak berlarut-larut.

Komentar0