BANGKALAN, JAGATVIRAL

Akselerasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bangkalan memasuki babak baru. Guna memastikan program kerja tahun anggaran 2026 berjalan optimal, Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) DPD Bangkalan melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan di Jl. Soekarno Hatta, Rabu (29/4/2026).

​Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam membahas rencana strategis pembangunan, terutama ambisi Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk melakukan perbaikan pada 56 ruas jalan yang tersebar di seluruh wilayah Bangkalan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp101 miliar.

Komitmen Transparansi dan Pengawasan

​Kepala Dinas PUPR Bangkalan, Rizal Mardiansyah, ST., MT., menyambut hangat inisiatif BNPM. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat adalah kunci agar pembangunan tidak hanya cepat secara fisik, tetapi juga tepat secara administratif.

​"Kami sangat mengapresiasi kehadiran BNPM DPD Bangkalan. Sinergi ini sangat penting untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Kami ingin setiap program berjalan optimal, transparan, dan benar-benar sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Rizal.


Kawal Ketat Anggaran Rakyat

​Senada dengan hal tersebut, Ketua BNPM DPD Bangkalan, Mahrum Tosin, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil peran aktif sebagai mitra strategis sekaligus pengawas independen. Ia menjamin jajaran pengurus BNPM akan "tegak lurus" dalam mengawal setiap rupiah dari anggaran besar tersebut agar tepat sasaran.

​"Komitmen kami jelas: mengawal agar pembangunan ini tidak menyimpang dari aturan. Kami ingin memastikan penggunaan anggaran Rp101 miliar ini dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat Bangkalan," tegas Mahrum.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

​Sinergi antara PUPR dan BNPM ini diharapkan menjadi standar baru dalam pola hubungan pemerintah-ormas di Bangkalan. Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang baik, proyek perbaikan 56 ruas jalan ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap:

  • Konektivitas antarwilayah yang lebih lancar.
  • Peningkatan ekonomi lokal melalui akses jalan yang mumpuni.
  • Efisiensi anggaran daerah melalui minimalisir kebocoran proyek.

​Melalui langkah kolaboratif ini, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bangkalan diharapkan tidak hanya menjadi catatan di atas kertas, tetapi menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.