TpYiTfOpBUGpBSA6GpWlGUG6Ti==

TMMD ke-128: "Dulu Becek dan Sulit Dilalui, Kini Jalan Kami Mulai Bernapas"

 


BANGKALAN, JAGATVIRAL

Bagi Mahfudi, warga Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, jalan tanah di depan kampungnya bukan sekadar lintasan mati. Jalan tersebut adalah urat nadi kehidupan yang menghubungkan harapan warga dengan dunia luar. Namun, bertahun-tahun lamanya, urat nadi itu seolah tersumbat oleh lumpur dan semak belukar.

​Kini, wajah jalan tersebut mulai berubah. Pada Sabtu (25/4/2026), di bawah terik matahari pagi, Mahfudi berdiri di tepi jalan. Ia tidak hanya menonton, tetapi sesekali ikut membopong batu, menyaksikan langsung transformasi desanya melalui program TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan TA 2026.

Perjuangan Melawan Lumpur

​Mengingat kondisi jalan sebelumnya, Mahfudi kerap menghela napas panjang. Akses utama warga ini dulunya adalah momok, terutama saat musim penghujan tiba.

​“Kalau hujan, jalan ini becek sekali. Motor sering selip, bahkan tidak jarang warga harus turun untuk mendorong kendaraan. Sangat menyulitkan aktivitas,” tutur Mahfudi mengenang masa-masa sulit tersebut.

​Kini, pemandangan kontras terlihat jelas. Personel TNI di bawah pimpinan Serda Reno tampak bahu-membahu bersama warga. Mereka mulai melakukan perabatan dan pembersihan jalan. Perlahan namun pasti, batu-batu ditata rapi, tanah diratakan, dan rumput liar yang selama ini "memakan" badan jalan disingkirkan satu per satu.


Kemanunggalan di Garis Depan

​Semangat gotong royong tampak hidup kembali di Desa Galis Dajah. Mahfudi bersama rekan-rekannya—Matsidi, Misdi, hingga Rodi—terlihat berbaur tanpa sekat dengan para prajurit. Baginya, kehadiran TNI di tengah desa memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi masyarakat.

​“Kalau dikerjakan bersama seperti ini, rasanya ringan. Kami jadi tambah semangat,” ujarnya dengan binar mata penuh harap.

Membangun Harapan dari Titik Nol

​Meski progres pengerjaan saat ini baru mencapai angka 3 persen, optimisme warga sudah melambung tinggi. Jalan yang semula tertutup semak kini mulai terbuka lebar, memberikan ruang bagi udara dan mobilitas untuk masuk.

​Bagi Mahfudi dan warga lainnya, perbaikan akses ini adalah kunci bagi peningkatan ekonomi desa, terutama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar.

​“Harapan kami sederhana, jalan ini bisa bagus dan mudah dilewati,” ucapnya pelan.

​Di balik debu pengerjaan proyek, apa yang terjadi di Desa Galis Dajah adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Jalan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan dalam membangun masa depan desa yang lebih cerah dan berdaya.




Komentar0

Type above and press Enter to search.