TpYiTfOpBUGpBSA6GpWlGUG6Ti==

Inspiratif! SPPG Palengaan Pamekasan Terapkan Sistem "Zero Waste" dalam Pengelolaan Limbah

 



PAMEKASAN, JAGATVIRAL

Di tengah tantangan pengelolaan lingkungan yang kian kompleks, SPPG Palengaan di Kabupaten Pamekasan muncul sebagai pionir. Fasilitas ini berhasil membuktikan bahwa operasional skala besar dapat berjalan selaras dengan kelestarian alam melalui sistem pengelolaan limbah makanan dan air yang terstruktur serta ramah lingkungan.

​Kepala Dapur SPPG Palengaan, Dipoyono, menegaskan bahwa pihaknya memegang prinsip bahwa tidak ada residu yang boleh terbuang sia-sia ke alam tanpa proses pengolahan.

Sinergi Limbah: Dari Meja Makan ke Pakan Ternak

​Strategi yang diterapkan SPPG Palengaan tergolong cerdas dan memiliki nilai manfaat ekonomi. Limbah makanan tidak lagi menjadi beban bagi tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan didistribusikan kepada karyawan.

  • Pemanfaatan Pakan: Sisa makanan diolah secara mandiri oleh karyawan untuk dijadikan pakan ternak.
  • Pengelolaan Plastik: Untuk sampah anorganik seperti plastik, pihak SPPG telah menjalin kemitraan resmi dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPPS) yang berwenang untuk proses daur ulang.

Sistem IPAL Tiga Tahap: Air Kembali Bersih ke Sungai

​Salah satu kecanggihan yang menjadi sorotan adalah sistem filtrasi air. Dipoyono menjelaskan bahwa limbah cair tidak langsung dialirkan ke lingkungan, melainkan harus melewati instalasi khusus.

​"Kami telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan proses pembilasan sebanyak tiga kali. Setelah melalui tahapan pembersihan dan dinyatakan memenuhi standar keamanan lingkungan, barulah air tersebut dialirkan ke sungai sekitar," jelas pria asal Surabaya Barat tersebut.

Komitmen Kebersihan dan Harapan Masa Depan

​Tak hanya fokus pada limbah, aspek sanitasi internal juga menjadi prioritas utama. Seluruh fasilitas menjalani pembersihan total secara rutin setiap tiga hari sekali. Hal ini dilakukan demi menjaga standar kesehatan bagi para pekerja dan lingkungan sekitar.

​Dipoyono berharap langkah yang diambil oleh SPPG Palengaan tidak berhenti di sini, melainkan mampu memicu efek domino bagi instansi lain di Pamekasan.

​"Kami berharap model pengelolaan limbah ini dapat menjadi acuan bagi berbagai fasilitas lainnya di wilayah Kabupaten Pamekasan. Kelestarian alam adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya. (ulum)

Komentar0

Type above and press Enter to search.