PAMEKASAN, JAGAT VIRAL  

Kepedulian sosial yang nyata dan mandiri kembali ditunjukkan oleh para alumni SMP Negeri 1 Pamekasan Angkatan Tahun 1987. Tergugah untuk membantu sesama, mereka bergerak di bawah bendera komunitas BERSATU 87 (Bersama Alumni SMP 1 Angkatan Tahun 1987) dengan menggelar aksi sosial berupa pembagian sarapan gratis yang dikhususkan bagi kaum duafa di pusat Kota Pamekasan.

​Aksi kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Ibu Irma selaku Ketua BERSATU 87 ini berjalan dengan penuh kehangatan di kawasan Monumen Arek Lancor. Puluhan warga kurang mampu, mulai dari tukang becak, pemulung, hingga pekerja jalanan, tampak tertib menikmati hidangan sarapan pagi bersama di atas hamparan terpal biru yang disediakan oleh para relawan.

​Alasan Memilih Jantung Kota

​Mengenai pemilihan tempat, Ibu Irma menjelaskan bahwa Arek Lancor dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai pusat atau jantung Kota Pamekasan, lokasi ini sangat strategis dan menjadi titik kumpul serta jalur lintas utama bagi masyarakat bawah yang sedang mengais rezeki sejak pagi buta. Dengan begitu, bantuan yang diberikan bisa langsung tepat sasaran.

​Menariknya, gerakan sarapan gratis ini bersifat mandiri. Sumber pendanaan aksi sosial ini murni berasal dari kantong pribadi para alumni sendiri. Mereka saling bahu-membahu dan berpatungan secara sukarela demi menghadirkan kebahagiaan dan kepastian makan pagi bagi warga yang membutuhkan. Sebelumnya, di momen bulan suci Ramadan lalu, komunitas BERSATU 87 juga aktif mendistribusikan sedekah takjil gratis.

​Langsung Menyentuh Masyarakat Akar Rumput

​Manfaat luar biasa dari aksi di jantung kota ini dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Salah satunya adalah Muhammad Sakur, seorang tukang becak asal Ketapang yang saat ini mengontrak rumah di daerah Jagalan. Ia mengaku sangat terbantu dan bersyukur dengan adanya program ini.

​Begitu pula dengan Ibu Roti'ah, seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Dengan wajah sumringah ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para relawan alumni.

​"Alhamdulillah, Pak. Kebetulan tadi saya memang belum sempat sarapan dari rumah," tuturnya tulus.


​Harapan dan Rencana Masa Depan

​Ibu Irma menyampaikan bahwa kebersamaan yang terjalin sejak masa sekolah puluhan tahun lalu ini sengaja dirawat untuk hal-hal yang bermanfaat luas. Komunitas BERSATU 87 bahkan sudah memiliki rencana besar ke depan agar aksi sarapan gratis untuk kaum duafa ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap hari.

​Aksi inspiratif ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan alumni tidak hanya sekadar untuk ajang reuni dan bernostalgia, melainkan bisa menjelma menjadi motor penggerak kebaikan yang langsung menyentuh dan meringankan beban hidup sesama di pagi hari.

(Alfan)