TpYiTfOpBUGpBSA6GpWlGUG6Ti==

Bebas Belenggu Musim dan KimiaPetani Bangkalan siap Cetak Keuntungan Tembakau Sepanjang Tahun

BANGKALAN, JAGATVIRAL
Terobosan nyata hadir untuk petani Madura! Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan resmi gelar pelatihan pembuatan pupuk organik serta pestisida nabati di Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini adalah tulang punggung sukses program unggulan pengembangan tembakau daerah, dalam rangkaian Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani Tahun Anggaran 2026.
 
Tidak sekadar pelatihan biasa, langkah ini digarap dengan sinergi penuh: ahli dari Universitas Brawijaya Malang, prediksi iklim akurat BRMPTAS, serta dukungan tak terputus pemerintah kecamatan dan kabupaten. Satu tujuan mulia: hapus batas musim tanam! Petani tidak lagi harus menunggu hujan turun untuk berharap panen – kini siap berproduksi dan meraup untung bahkan saat musim kemarau sekalipun.
 
"Lahan tidur dan lahan kering yang selama ini terabaikan, sekarang kita ubah jadi ladang rupiah! Pendapatan warga tidak boleh putus hanya karena berganti musim. Ini bukti nyata kita bangkit dari nol, dan pasti berhasil!" tegas Kepala Desa Paterongan Achmad Zainal Heryyanto, SPt dengan semangat membara.
 
Saat ini gerakan besar ini sudah menyasar 9 desa percontohan: Tlokoh, Pacentan, Larangan Ghlintong, Lomaer, Alas Raja, Neroh, Gedungan, Telok, dan Paterongan. Harapannya, api kemajuan ini cepat menyebar ke seluruh pelosok Bangkalan!
 
 
Kartika Rahmawati, Pengawas Hasil Pertanian, menegaskan pelatihan ini adalah jawaban nyata atas beban yang membelenggu petani selama ini:
 
"Cukup rugi terus-terusan beli pupuk kimia yang harganya melambung dan perlahan merusak kesuburan tanah! Solusinya ada di tangan kalian sendiri: pupuk dan pestisida nabati murah, aman, dan petani yang memegang kendali penuh!"
 
 
 
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Ferry Abdul Kholik, langsung menepis anggapan bahwa pertanian organik itu ribet dan lambat:
 
"Kami berikan inovasi terbaru! Proses cepat, bahan gampang dicari di sekitar, kualitas terjamin standar. Tantangan utamanya hanya satu: ubah pola pikir – tanah sehat bukan butuh kimia dosis tinggi, melainkan kesuburan alami yang awet puluhan tahun!"
 
Program ini tak hanya untuk tembakau, tapi juga membuka peluang besar bagi tanaman pangan, wijen, dan komoditas lain. Bangkalan bertekad tampil sebagai pelopor pertanian mandiri, berkelanjutan, dan sejahtera di Pulau Madura! ( Ulum )

Komentar0

Type above and press Enter to search.